Skip to main content

Posts

Minimalis: Mencintai Tanpa Melekat #NambahBerita

Dua minggu yang lalu, aku belajar untuk mencintai tanpa melekat melalui Papermoon dan buku, seperti yang kutuliskan di sini. Dua hari yang lalu, aku kembali diingatkan untuk mencintai tanpa melekat melalui showcase up close with elephant kind: performing stripped back version of The Greatest Ever.

Jadi ceritanya, sudah sejak Juli lalu aku galau banget mau nonton EK enggak di Jogja. Terakhir kali nonton mereka di bulan Januari, dan setelah album kedua relase belum pernah nonton lagi. Jadi ya udah kangen banget gitu lah. Namun, September pasti akan nonton mereka di Soundrenaline. Tapi ya ampun rasanya kok lama banget ampe September. Tapi kalo nonton Road to Soundrenaline yang tanggal 17 Agustus, ya jane menunda dua minggu lagi kan bisa ya. Ya sudah dengan berbagai pertimbangan biar gak bucin banget sama Bam Mastro, aku memutuskan untuk bersabar menunggu Soundrenaline di bulan September.

Hari Selasa malam, pas bangun malam, buka Instagram, dan EK posting mereka akan manggung di solo. Lu…
Recent posts

Minimalis: Belajar Mencintai Tanpa Melekat

Tulisan ketiga yang kembali kurelakan untuk dibaca oleh khalayak yang lebih ramai, masih di itslove. Tulisan kali ini bercerita tentang kesadaran yang timbul setelah merefleksikan pengalaman berkunjung di studio papermoon dan menelusuri lagi perubahanku untuk meminimalisir menimbun buku. Selamat menikmati di sini ya. 
https://itslove.id/minimalis-belajar-mencintai-tanpa-melekat/

Belajar Cognitive Behavioural Therapy

Cognitive behavioural therapy atau sering disingkat dengan CBT merupakan pendekatan paling populer dibandingkan pendekatan terapi lainnya. Meskipun demikian, CBT kadang kala dianggap terlalu dangkal untuk memecahkan akar persoalan, bila dibandingkan dengan pendekatan psikodinamika atau transpersonal yang mengedepankan pada memahami keterkaitan pengalaman-pengalaman sepanjang kehidupan. Oleh sebab itu, pada mulanya, pendekatan ini tidak banyak kupilih dalam terapi karena kukritisi kurang memfasilitasi cara pandang yang holistik.

Akan tetapi, sikapku yang cenderung meremehkan CBT ini sebetulnya telah beberapa kali dipatahkan oleh bukti-bukti bahwa klienku justru mendapatkan banyak insight dan berkembang pesat melalui CBT. Beberapa kasus memang sudah kuniatkan untuk menggunakan CBT dengan berbagai pertimbangan. Beberapa kasus lainnya kuubah haluan untuk menggunakan CBT di tengah perjalanan menggunakan pendekatan terapi lainnya (sebut saja psikodinamika dan humanistik). Kasus lainnya CBT …

Surrender me in the agony of your love

Pagi ini aku mengawali hariku dengan sebuah doa: surrender me in the agony of your love. Doa ini terucap ketika tiba-tiba saja sebelum keluar dari kos, aku terbayang banyaknya hal yang perlu kukerjakan hari ini. Aku punya dua janji dengan klien yang sudah bertemu berkali-kali, tapi rasanya kok pekembangannya gitu-gitu aja. Bukan rasa kecewa yang muncul saat itu, tapi rasa berserah untuk menghadapi berbagai ketidakpastian yang akan kujalani hari ini.
Surrender me in the agony of your love, begitu doaku karena apapun yang kujalani hari ini adalah perwujudan cintaNya yang mungkin bisa jadi belum kupahami bahasanya. Dalam bahasa yang kuanggap asing, bisa jadi cinta itu pada akhirnya hanya akan berakhir pada rasa getir.

Di satu sisi, surrender me in the agony of your love, merupakan doa agar kepekaanku terhadap wujud cintaNya semakin terasah hingga mewujud pula dalam caraku berinteraksi dengan klien dengan penuh cinta. Cinta, kudefinisikan, dengan mengutip Brene Brown, the courage to see a…

Untuk A lagi, berharaplah

Menghadapimu Adalah menghadapi ketidakberdayaanmu Pun ketidakberdayaanku
Menyadari keputusasaanmu Adalah pengingat bahwa harapan masih ada Nun jauh di sana Dan aku adalah pemanggul Untukmu melihat lebih jauh
Memahami peranmu Peranku Adalah menyapakati panjangnya perjalanan Yang bisa jadi akan kita lalui Adalah mengakui bahwa kelelahan Adalah niscaya
Kelelahan saat ini Atau lusa yang mungkin kita temui Adalah pengajaran bagi kita Bukan untuk melarikan diri Melainkan belajar beristirahat Untuk berjalan lagi
Untuk A lagi, berharaplah



#surviving adl proyek menulis puisi berdasarkan pengalaman klien-klien yang kudampingi setelah kekerasan terjadi dan mengubah hidup mereka.

Untuk A, yang tidak lagi menyayangi diri

Gurat-gurat
Menghitam Dari titik nadi Menjalar sepanjang paruh lengan Tipis Dangkal
Tapi tidak Dengan luka batinmu Yang dalam
Gurat-gurat Menggurat di benakku Menggurat luka dalam hatiku
Bagaimana agar kamu mau Menyambut tangan yang kuulurkan padamu



#surviving adl proyek menulis puisi berdasarkan pengalaman klien-klien yang kudampingi setelah kekerasan terjadi dan mengubah hidup mereka.

Tulisan Panjang tentang panjangnya Perjalanan Menghargai dan Mencintai Diri Sendiri

Tulisan kedua yang kurelakan untuk dibaca oleh khalayak yang lebih ramai, masih di website yang dikelola oleh mbak fitri, di itslove. Tulisan kali ini merangkum tentang bagaimana mencintai diri sendiri dengan menyuplik sebagian kecil materi di tesis, curhat-curhatan dengan teman, dan refleksi perjalanan diri. Selamat menikmati di sini ya.

https://itslove.id/tulisan-panjang-tentang-panjangnya-perjalanan-menghargai-dan-mencintai-diri-sendiri/


n.b. tulisan ini sebetulnya ditulis secara impulsif menjelang lebaran untuk mengurangi rasa bersalah ketidakproduktifanku mengerjakan revisi tesis. Lalu, kukirimkan beberapa hari sebelum lebaran dan terbit setelah lebaran tapi karena banyak hal yang perlu dikerjakan untuk melengkapi syarat wisuda maka baru sempat kuupdate di blog ini. oh terimakasih perjalananku :)